Minggu, 01 Maret 2009

Golput kah saya??

Sebentar lagi kita akan merayakan pesta besar, pesta demokrasi yang akan mengubah sejarah bangsa ini. Partai-partai sudah mengibarkan benderanya, calon legislatif sudah mulai menunjukan batang hidungnya menuggu untuk dipilih, dengan berbagai janji untuk mengubah negara ini ke arah yang lebih baik, mereka adalah calon-calon penerus lidah rakyat!

ITU IDEALNYA!!!!

"Apakah jani-janji itu akan ditepati???"

"Apakah dengan memilih dia, negara ini menjadi lebih baik??"

itu adalah sebagian pertanyaan-pertannyaan klasik yang sudah di pertanyakan sebelum caleg-caleg mencalonkan diri!

Dengan manisnya janji-janji disumbarkan, bertopeng ketulusan membantu, tapi sudahkah janji-janji tersebut di realisasikan?? mungkin ada beberapa janji-janji yang bisa terlaksana, berpengaruhkah? saya rasa tidak.

Pemilihan umum adalah harapan untuk menuju Indonesia yang lebih baik, harapan secercah cahaya yang menerangi nurani rakyat, agar bangsa ini bisa bangkit dari keterpurukan.

Tapi hanya satu yang perlu diingat siapa pun yang terpilih dia lah yang memikul beban harapan-harapan itu.

Tapi (lagi), kenalkah kita dengan mereka? Pernahkah kita bersalaman dengan mereka? pernahkah mereka mengobrol dengan kita? Siapakah mereka?? dengan tiba-tiba kita disuruh pilih mereka!! KENALKAH??

segelintir orang atau rekan-rekannya mungkin kenal dengan mereka, tapi saya secara pribadi, belum pernah sekali pun melihat mereka, prestasi apa yang telah mereka torehkan, sehingga mereka bisa layak untuk saya dipilih? saya lebih baik memilih pak RT di daerah saya, yang jelas-jelas sering saya lihat hehehehe

Kecenderungan yang sekarang terjadi adalah banyaknya orang yang golput, salah kah? bisa salah dan bisa juga tidak, salah karena mereka tidak mempunyai hati nurani untuk mengubah negara ini, benar karena tidak tau siapa yang harus dipilih. Yang ditakuti adalah janji omong kosong yang diumbar oleh caleg-caleg yang tertera pada poster-poster dan baligo-baligo segede gaban itu, yang diharapkan mengatur dan menata negri ini malah mengatur tata cara berpakaian dan kehidupan orang-orangnya salah satunya adalah Undang-Undang yang paling tidak berguna di dunia ini UU Pornografi, masih banyak yang harus di pikirkan, masih banyak masalah yang lebih penting untuk di pikirkan, gimana caranya agar perut rakyat ini bisa terisi penuh, gimana caranya agar perekonomian tidak selalu terpuruk.

Itulah tugas mereka-mereka yang tidak kita kenal, dan tidak tau kapabilitasnya jika nanti mereka terpilih.

Jadi memilih apa tidak memilih itu pilihan yang harus dipilih saat dibilik pemilihan, silahakan anda yang mentukan pilihan tersebut.

Tidak ada komentar: